Cara Aplikasi Kuproxat Pada Tanaman Padi Untuk Mengendalikan Penyakit Hawar Daun

Penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau dikenal juga dengan penyakit kresek merupakan salah satu penyakit pada tanamam padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Patogen ini dapat mengenfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari mulai pesemaian sampai menjelang panen. Penyebab penyakit (patogen) menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lobang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun. Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis yang apabila terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada tanaman fase generative mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna.

Salah satu cara pengendalian yang bisa dilakukan adalah dengan mengaplikasikan fungisida dengan bahan aktif Tembaga Oksisulfat. Bahan aktif ini bisa anda temukan pada Fungisida Kuproxat 345 SC. Lalu, seperti apa cara aplikasi Kuproxat Untuk Padi?

Aplikasi Kuproxat Untuk Padi

Apa Itu Kuproxat 345 SC?

Sebelum lanjut pada pembahasan tentang cara aplikasi Fungisida Kuproxat untuk tanaman padi terlebih dahulu mengetahui apa itu Kuproxat 345 SC.

Kuproxat merupakan satu-satunya fungisida sekaligus bakterisida tembaga (Cu2+) dalam bentuk cair dengan ukuran partikel sangat kecil (0,6 ┬Ámikron), melindungi tanaman dari serangan busuk buah dalam jangka waktu lama. Direkomendasikan OMRI sebagai fungisida organik karena aman terhadap tanaman maupun pengguna. Fungisida Kuproxat 345 SC sangat efektif mengendalikan penyakit hawar daun pada tanaman padi.

  • Nama Produk: Kuproxat 345 SC
  • Bahan Aktif: Tembaga Oksi Sulfat 345g/l
  • Jenis: Fungisida
  • Produk: Nufarm

Varian kemasan

Fungisida Kuproxat 345 SC tersedia dalam dua varian kemasan yaitu kemasan 200 ml dan kemasan 500 ml. Pilihan kemasan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau luas lahan budidaya padi.

Kuproxat 200 ml

Kuproxat 500 ml

Cara Aplikasi Kuproxat 345 SC Untuk Padi

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengaplikasikan fungisida Kuproxat untuk tanaman padi adalah dosis, waktu dan cara aplikasinya. Tentu saja hal ini perlu diperhatikan untuk mendapatkan manfaat maksimal dalam upaya mengendalikan serangan penyakit hawar daun pada tanaman padi.

Cara aplikasi kuproxat untuk padi dilakukan dengan teknik penyemprotan. Aplikasi dilakukan saat terlihat gejala serangan penyakit hawar daun.

Bila serangan terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman menjadi layu dan mati, gejala ini disebut kresek. Gejala kresek sangat mirip dengan gejala sundep yang timbul akibat serangan penggerek batang pada fase tenaman vegetatif. Pada tanaman dewasa penyakit hawar daun bakteri menimbulkan gejala hawa (blight). Baik gejala kresek maupun hawar, gejala dimulai dari tepi daun, berwarna keabu-abuan dan lama-lama daun menjadi kering. Bila serangan terjadi saat berbunga, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna, menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau bahkan hampa. Pada kondisi seperti ini kehilangan hasil mencapai 50-70 persen.

Dosis penggunaan Kuproxat untuk mengendalikan penyakit hawar daun pada tanaman padi adalah 2-3 ml/ liter air atau 28-42 ml per tangki 14 liter air. Aplikasi dilakukan setiap 7-10 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi tanaman. Penggunaan dosis dan interval aplikasi disesuaikan dengan tingkat parah atau tidaknya serangan penyakit hawar daun pada tanaman padi.

Manfaat Penggunaan Fungisida Kuproxat 345 SC

Adapun manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan Fungisida Kuproxat pada tanaman padi adalah sebagai berikut:

  • Efektif mengendalikan penyakit kresek pada tanaman padi
  • Satu-satunya fungisida sekaligus bakterisida berbahan aktif tembaga oksi-sulfat dengan formulasi cair berteknologi tri base blue.
  • Memiliki ukuran partikel lebih kecil sehingga menutup bagian tanaman lebih merata dan melindungi tanaman lebih baik
  • Diaplikasikan pada dosis rendah sehingga lebih ekonomis
  • Tidak mudah mengendap di dalam tangki semprot dan tidak akan menyumbat nozzle
  • Mengeluarkan ion Cu 2 + secara perlahan-lahan, sehingga tidak meracuni tanaman pokok dan melindungi tanaman dari jamur dan bakteri dalam waktu lama

Demikianlah ulasan tentang cara aplikasi Kuproxat Pada Tanaman padi, semoga bermanfaat. Temukan juga informasi dan tips cara penggunaan Pestisida lainnya pada postingan berikutnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama